Being A Tentor-wanna-be

Thursday, September 04, 2014
Tentor. Setelah mendengar kata tersebut, hal pertama yang melintas di benak saya adalah sosok yang mirip seperti guru, setidaknya ditinjau dari tugas utamanya. Mengajar, namun tidak di bawah naungan instansi sekolah. Belakangan saya makin yakin bahwa menjadi tentor pun tidak melulu soal mengajar, namun juga mendidik, memandu dan membimbing. Saya ingat betul, menjadi guru (termasuk tentor) tidak masuk ke dalam list cita-cita saya bahkan sejak saya TK –usia balita. Dalam pandangan saya saat usia saya belum genap 10 tahun, guru merupakan profesi yang ‘ribet’. Kok ribet? Mereka ikhlas untuk lelah, bersusah payah agar muridnya dapat menyerap ilmu yang ditularkannya, plus harus punya stok sabar yang ekstra banyak, dan itu semua dilakukan untuk anak orang lain. 

Seiring bertambahnya usia, pandangan kekanakan semacam itu memudar dan semakin memudar. Lingkungan sangat membelajarkan saya. Puncaknya ketika masuk di UNY, kampus pendidikan, kampus yang mencetak guru-guru hebat, meski prodi yang saya ambil merupakan prodi non-kependidikan, membuat saya memutar haluan mengenai pandangan saya akan sosok guru. Menyebarkan ilmu, membagi ilmu, mengajar, ternyata bukan hanya tugas seorang guru saja. Tiap dari kita pun berkewajiban untuk menyebarkan ilmu sekecil apapun itu, kepada siapapun –yang bermanfaat tentunya. Tanpa harus berprofesi menjadi guru ataupun tentor, tiap dari kita memang sudah mempunyai tugas seperti itu. Menjadi pengajar/pendidik itu... keren! 

Dan kini, meski belum masuk list cita-cita saya, menjadi guru (dalam hal ini berarti tentor) merupakan suatu tantangan baru untuk saya. Benar-benar hal baru. Ibaratnya, masih meraba-raba. Bahkan saya tidak akan mendapat kelas semacam ini di perkuliahan. Belajar untuk menjadi seorang tentor sangat membelajarkan saya. Bahwa tantangan terbesar terkadang muncul dari dalam diri sendiri. Bahwa untuk menjadi tentor sangat perlu persiapan yang matang. Bahwa seorang tentor tidak melulu soal memberi materi. Bahwa seorang tentor pun harus mendidik, memandu serta membimbing. Dan yang paling utama, dengan sepenuh hati. Karena yang dengan hati akan sampai pada hati juga. 




Diklat Calon Tentor, UKM Penelitian UNY

No comments:

Powered by Blogger.