Pengalaman PKL di LIPI Cibinong

Thursday, February 23, 2017
Assalamu’alaikum…
Berkat pertanyaan yang berdatangan dari teman atau adik tingkat, saya ingin membagi pengalaman saya seputar PKL di LIPI Cibinong dua tahun lalu.

Cerita bermula saat saya semester 4, yang mana saat itu saya sering mengikuti diskusi online via whatsapp. Kala itu, 22 Februari 2015, saya mengikuti sebuah online talkshow dengan tema “Menantang Negeri Kincir Angin”. Dari sini juga lah, saya mulai ’berkenalan’ dengan Wageningen University. Salah satu narasumber merupakan seorang mahasiswa asal Indonesia yang saat itu sedang studi S3 (mikrobiologi) di Wageningen University, Belanda. Beliau adalah mbak Tika.



Selepas acara selesai, saya langsung menjapri mbak Tika karena saya amat tertarik dengan program yang mbak Tika ambil. Saya menjelaskan kalau saya tertarik dengan bidang mikrobiologi, sampai akhirnya, qodralullah, beliau menawarkan kepada saya untuk ikut bergabung dalam penelitian disertasi beliau, dengan topic bakteri pada spons laut. Di Belanda? Oh ternyata beliau akan pulang dan mengambil data di Indonesia, di Sulawesi, yang kemudian akan diuji di LIPI Cibinong. Yap, mbak Tika juga berstatus sebagai peneliti di LIPI Cibinong. Beliau menyampaikan kalau penelitian tersebut akan dimulai pada akhir November mendatang. 

Masih ada sembilan bulan menuju November. Saya sudah mengantongi restu orangtua bila ingin ke LIPI Cibonong. November mendatang, saya memasuki semester 5 dan sudah dapat mengambil mata kuliah PKL (Praktek Kerja Lapangan). Tepat pada semester 5 pula saya baru mendapat mata kuliah Mikrobiologi, which is merupakan bekal ilmu dasar saya bila ingin bergabung dengan penelitian mbak Tika. Di sisi lain, bulan Desember itu waktunya UAS dan responsi. Saya juga menawarkan beberapa teman untuk ikut PKL di LIPI Cibinong, tetapi mungkin karena pertimbangan padatnya agenda menjelang akhir tahun, teman saya mengurungkan niat untuk ikut bersama melancong ke barat. 

Setelah menimbang-nimbang….

Akhirnya saya bulat untuk ikut bergabung dengan penelitian mbak Tika dalam rangka PKL. Sisi ke-oportunisan saya mendominasi. Saya mengambil kesempatan untuk meneliti di LIPI yang who knows mungkin nggak datang lebih dari sekali, kan. Terlebih saya bisa terjun langsung di bidang mikrobiologi dan bisa menggali info seputar kuliah di luar negeri dengan full-funded scholarship dari mbak Tika. *FYI, saya paling berminat dengan bidang mikrobiologi kala itu

So, selama Sembilan bulan itu saya ngapain aja? Ya, ngerampungi kuliah semester 4, jadi pembantu di OSPEK Fakultas, mengumpulkan materi-materi Mikrobiologi, sampai ubek-ubek google kepo-in Wageningen University. Saya pun menjadikan WU sebagai universitas impian saya karena WU terkenal dengan program food-science yang mumpuni. 

Saat semester 5, saya mulai berdiskusi soal topik PKL dengan bu Anna, dosen Mikrobiologi saya yang saat itu masih menjabat sebagai ketua prodi Biologi. Beliau pun merekomendasikan bu Umni sebagai dosen pembimbing PKL saya. Awal November, saya mulai mengurus SK Pembimbing. Ternyata saat itu merupakan momen pergantian kepengurusan Jurdik Biologi, sehingga saya harus mengulang pengisian blangko formulir pendaftaran PKL. Awal Desember barulah SK Pembimbing terbit, dan pada 10 Desember saya mulai PKL di LIPI Cibinong. 

Selama tiga pekan saya melaksanakan PKL di Cibinong. Full-time senin sampai jum’at, berangkat jam 07.30 pulang jam 17.00, kalau lembur ya jadi sekitar jam 18.00. Saya bekerja di Lab Mikrobiologi Terapan di Gedung Bioteknologi, bersama tim peneliti yang strong-strong. Hari pertama masuk lab, saya sempat kaget karena Mbak Tika ternyata membawa teman bule-nya yang juga ikut tergabung dalam penelitian bakteri spons laut. Shan Li namanya, orang Amsterdam yang sedang studi S2 program Marine Biology, di WU. Shan Li juga tinggal di rusunawa, hanya beda lantai dengan saya, so selama PKL, Shan Li jadi teman pulang-pergi, teman nge-lab, teman cari makan, teman jalan keluar pas weekend. Saya jadi belajar ngobrol in English walau masih bulepotan sana-sini. 

Ah ya, akomodasi dan transportasinya gimana dong? Mbak Tika memberitahu saya kalau di LIPI Cibinong juga ada peneliti yang merupakan alumni UNY, mbak Pamela. Jadi, mbak Pamela ini yang banyak membantu saya soal akomodasi. Selama PKL, saya tinggal di rusunawa LIPI, 10 menit lah kalau pakai motor dari lab tempat saya bekerja. Biaya sewa rusunawa 375.000/kamar/bulan. Fasilitasnya 2 ranjang+bed, 1 lemari, 1 kamar mandi dalam, ada dapur bersama juga, pokoknya enakeun lah. Kamar ini harusnya bisa diisi 2-4 orang, tapi berhubung saya sendiri, yauwis lah heuheu. 

Mengingat LIPI Cibinong itu semacam kawasan yang luas, so dari lab ke rusunawa nggak mungkin jalan kaki yang bisa makan waktu sekitar setengah jam. Mungkin aja sih, berangkatnya masih bisa ditolerir, tapi kalau pulangnya (sekitar maghrib) jalanan jadi suepi dan cahaya juga minim banget. Saya sih no. Puter otak lagi, deh. Terus gimana? Dua atau tiga hari pertama nge-lab, saya diberi tumpangan oleh mbak Pamela. Selanjutnya, saya dapat tawaran untuk berangkat bareng Shan Li sampai akhir PKL, pakai motor yang dia pinjam dari peneliti lain yang sedang cuti hamil. Pertolongan dari Allah tak henti berdatangan.


Berada di lingkungan peneliti-peneliti hebat, yang sebagian besar pernah mengenyam studi di luar negeri, menjadi pemantik semangat tersendiri buat saya. Bukan tanpa hambatan, saya bisa merasakan pengalaman ini. Banyak yang harus dikorbankan. Misalnya saja saat saya harus kembali ke Jogja di pertengahan PKL untuk melaksanakan responsi dan UAS, dan esok lusanya harus kembali lagi ke Cibinong. Dan hal-hal lain yang kadang membuat napas tersengal-sengal. Tapi it’s okay, karena terlanjur luluh sama bantuan-bantuan yang Allah datangkan. So I never regret all choices I’ve made. 

Itulah sepenggal cerita pengalaman berharga saya saat PKL. Sebenarnya masih ada banyak hal yang belum saya tulis, tapi nanti jadi malah makin luber kemana-mana (:

Untuk yang berminat PKL di LIPI, langkah awal yang harus dilakukan adalah lakukan deep-searching website LIPI (lipi.go.id). Gali info sebanyaknya, terus pilih lab mana yang kamu minati. Kalau sudah ketemu lab yang klop, segera kirim email ke kepala lab tersebut, sampaikan maksud ingin PKL dan tanyakan penelitian apa yang akan berlangsung. Kalau sudah disetujui untuk PKL di LIPI, selanjutnya mulai mengurus SK, rajinlah ke lantai 3 (jurdik). Biasanya nanti dapat buku panduan PKL. Siapkan juga proposal PKL sebelum pemberangkatan, untuk pembuatan proposal ini harus diskusi dengan dosen pembimbing dan pembimbing lapangan. Kalau sudah ACC semua urusan, yes, tinggal eksekusi.
Selamat mengembara

Wassalamu’alaikum..

4 comments:

  1. Halo kak, aku mau nanya dong, kk punya kontak yang menjaga rusunawa nya gak? Kalo ada aku boleh minta, soalnya aku juga insyaallah akan magang di LIPI juga hehe. Makasih kak🙂

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum. Maaf mbak sebelumnya, mbak ada kontak pihak lipi cibinong gak ya mbak ? Soalnya saya berencana untuk magang disana mbak. Kalo mmg ada mohon dikirim ke email saya ya mbak widyameylen@gmail.com terima kasih sebelumnya mbak. Mohon bantuan nya :)

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum...
    Mbk boleh minta kontak pengurus rusunawa lipi ?? Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  4. Assamulaikum apa di LIPI masih buka buat pendaftaran PL yah

    ReplyDelete

Powered by Blogger.