Antara Prince of Persia dan Breaking Dawn part 2

Sunday, December 16, 2012
Pastikan sebelum membaca artikel ini sudah menonton film Breaking Dawn part 2 dan Prince of Persia: sands of time.

Beberapa waktu lalu, saya menonton film Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 bersama teman-teman di 21. Bagian pertarungan antara pro-Cullen dengan kubu Volturi itu benar-benar berhasil membuat saya meremas-remas lengan teman sebelah saya karena saking geregetannya. Lalu semalam saya menonton film Prince of Persia: Sands of Time di televisi. Ah, iya! Akhirnya saya menemukan beberapa kemiripan antara kedua film favorit saya.

Alur kedua film ini maju-mundur. Cerita dalam kedua film ini sama-sama memasukkan unsur ‘penglihatan’ akan masa depan. Kalau di film Prince of Persia, prince Dastan menggunakan belati Sands of Time-nya untuk melihat masa depannya. Belati tersebut ia dapat setelah menyerang negara Alamut. Saat pertama kali memegangnya, Dastan menekan bagian pangkal belati pasir waktu tersebut. Menurut cerita, jika seseorang menekan pangkal belati tersebut, jiwanya akan mampu melayang ke masa depan. Sedangkan dalam Breaking Dawn part 2, yang melihat kehidupan masa depan adalah Aro, melalui penglihatan yang sebenarnya milik Alice. Aro melakukan kontak dengan cara memegang tangan Alice pada saat kubu pro-Cullen menghadapi volturi untuk memberi kesaksian bahwa Renesmee bukanlah immortal-baby. Aro pun melihat masa depannya.

Kedua film ini sama-sama membuat penonton geregetan to the max! Bagaimana tidak? Lemme show you. Pada saat si ‘penglihat’ baik Dastan maupun Aro melihat masa depannya, penonton tak akan menduga bahwa kehidupan yang sedang berlangsung hanyalah penglihatan mereka saja. Saya sudah sangat amat gemas kala Dastan menghadapi Nizam –pamannya yang berniat membunuh Dastan untuk merebut tahta raja. Bersama Tamina –si putri Alamut, Dastan menyusun strategi, melawan Hassansin, dan akhirnya (hampir) mengalahkan Nizam. Saat masa depan Dastan diperlihatkan, Nizam berhasil merebut belati lalu menancapkannya ke Sands of Time (agar Nizam bisa kembali ke masa kecilnya saat Kakaknya hendak dimakan singa) yang terletak di bawah tanah istana, Dastan berhasil menekan pangkal belatinya, kemudian terjadi semacam flashback antara ruh orang-orang sebelumnya, dan jreng! semua kembali ke keadaan awal film berlangsung. Keadaan di mana Dastan baru memegang belati yang ditemukannya setelah melawan rakyat Alamut. Sumpah, cengo banget. Kemudian ia pun mengumumkan ke semua orang di sana bahwa penyerangan kerajaan Alamut dibatalkan, dan dalang di balik semua penyerangan ini adalah Nizam dengan segala kebohongannya yang ingin merebut poisisi raja Persia. (www.siskalipdyaningsih.blogspot.com) At the end, Dastan pun menjadi ‘Prince of Persia’ sesungguhnya dan menikahi Tamina.

Next, film Breaking Dawn part 2 pun nggak kalah bikin gemas. Kalau di Prince of Persia ‘penglihatan akan masa depan’ itu berlangsung dari awal, tapi di Breaking Dawn part 2 berlangsung mulai pertengahan film. Saat kedua kubu (pro-Cullen dan volturi) saling berhadapan, Alice -yang belakangan menghindari Aro- pun datang ingin menunjukkan penglihatan yang didapatnya kepada Aro. Dalam ‘penglihatannya’, Aro kemudian menyulut kemarahan pro-Cullen, saat kepala Carlisle tercabut (baca: Carlisle mati). So sad. Pro-Cullen pun menyerang, volturi pun beraksi. Peperangan hebat berlangsung meriah, eh, maksudnya menegangkan. Cabut kepala sana-sini, cakar sana-sini. Saya minta maaf sama teman di sebelah saya yang sudah rela membagi lengannya untuk saya remas-remas :D Deg-degan gila! Lalu kepala Jasper tercabut, Alice, Rosalie, Esme, bahkan Edward hampir mati di sana, tapi nggak jadi karena ada Bella. So sweet. Edward dan Bella pun menyatukan kekuatan untuk menghabisi target mereka: Aro! Saat tubuh Aro sudah dalam kendali Edward, Bella pun menumpasnya dengan tendangan atau tarikan (saya lupa) yang mematikan. Krek! Kepala Aro tercabut. Plong banget akhirnya kubu antagonis terkalahkan oleh kubu protagonis. Gambar kepala Aro yang tercabut ini sumpah enggak banget. Kamera terus menyorot kepala Aro yang buntung itu, sampai akhirnya kepala itu kembali lagi saat masih menyatu dengan badannya, masih utuh. Demi apa, ini film klimaks banget. Seluruh penjuru theater pun ber-Hahaha ria, tertawa terpingkal-pingkal. Merasa konyol karena telah dipermainkan film ini. Keadaan kembali saat Aro masih memegang tangan Alice, saat masih melihat masa depannya. Tampang si Aro pun agak getir-getir aneh gimana gitu, setelah melihat masa depannya sendiri yang mati di tangan duet Edward-Bella. Carlisle masih sehat wal’afiat, Emmet masih dengan tatapan coolnya, dan sebagainya. Aro pun memutuskan untuk menyudahi masalah Renesmee akan tuduhan immortal baby. Lempar sepatu juga ni sama saya, Ro! But, everthing’s gonna be happy ending... :) Dan nampaknya akan ada double-date ortu-anak. Edward-Bella dan Jacob-Renesmee. :)

Dalam film Prince of Persia, si penglihat masa depan adalah protagonisnya, sedangkan Breaking Dawn part 2 si antagonisnya. Tapi kedua film ini sama-sama menceritakan tentang pengubahan sesuatu yang buruk menjadi baik pada akhirnya. Last but not least, two thumbs up for both of films. They're rawks, recommended films.

No comments:

Powered by Blogger.